Marcel Orion
Setelah mendapat pesan dari Marcel, Ayu bangkit dari duduknya dan menghampiri lelaki itu. Niatnya ia akan memeluk lelaki itu lebih dulu, tapi saat ia menghampiri meja makan, ia tak melihat Marcel dan juga Jaylani.
“Lah? Ini pada kemana?”
“Disini,” bisik Marcel sembari memeluk gadis itu dari belakang.
Ayu bergeming ketika Marcel memeluknya dari belakang. Ia bahkan tidak sadar jika dirinya tengah menahan nafas karena perbuatan mantannya itu. Perlahan gadis itu membalikkan badannya, ditatapnya lelaki yang sudah tak ia lihat selama setahun itu dengan rindu.
“Jangan nangis,” ujar Marcel ketika melihat mata gadis itu yang mulai berkaca-kaca. Lelaki itu dengan segera menarik Ayu kedalam pelukannya, ia menumpu dagunya diatas kepala gadis itu. Dihirupnya wangi khas yang dimiliki oleh gadis itu, ini yang selalu ia rindukan setelah lama berpisah dari Ayu.
“Kangen…” lirih Ayu.
“Sama, aku juga kangen bangeet sama kamu.”
“Jahat.”
Marcel menghembuskan nafasnya pelan, “Maaf, aku ninggalin kamu, lagian aku ngajakin ldr kamu gamau.”
Gadis itu mendongak menatap Marcel, “soalnya aku ga percaya sama hubungan jarak jauh!” ujar gadis itu marah.
Marcel terkekeh pelan, “iya sayang iya, makanya aku setuju waktu itu.”
“Sayang-sayang, kita udah jadi mantan kali,” gumam Ayu sembari menenggelamkan wajahnya di dada lelaki itu.
“Oh iya lupa,” ujarnya sembari mengeratkan pelukannya.
“Ini mau sampai kapan kita pelukan sambil berdiri?” tanya Ayu.
Marcel menjauhkan dirinya segera, ia lalu menarik Ayu ke arah ruang tamu. Ia mendudukkan diri di atas sofa dan menyuruh gadis itu duduk di sampingnya. Ditarik lengan gadis itu agar memeluknya dari samping.
“Nah sekarang udah ga berdiri,” ujar Marcel.
Ayu mendongak menatap Marcel lalu tersenyum dengan manis, ternyata lelaki ini masih sama saja seperti dulu. Marcel membalas senyuman yang Ayu berikan sembari mengelus pelan pipi gadis itu. Keduanya terdiam sambil saling tatap, Ayu yang menatap Marcel dengan pipi yang berada diatas dada lelaki itu dan Marcel yang menatapnya dengan lengan yang masih mengelus pipi gadis itu.
“Lucu banget sih,” celetuk Marcel sambil mencubit pipi gadis itu pelan. “Ini beneran ga mau balikan apa?” tanyanya.
“Yuk bilang dulu, Asyhadu…”
Marcel tergelak ketika mendengar kalimat yang selalu gadis itu ucapkan dulu muncul kembali setelah sekian lama. Ia dengan gemas menggigit pipi gadis itu lalu menciumnya tanpa sadar.
“Ah…lucu banget sih!” gemasnya.
“HEH! BERBUAT MESUM YA MANEH BERDUA!” teriak Jay — om Ayu.