Makan Malam

Setelah acara saltingnya selesai. Janu segera bersiap-siap untuk mengajak Ayu makan malam di luar. Ia memakai hoodie hitam dan juga celana jeans yang senada dengan hoodie nya, tak lupa ia menyemprotkan parfum untuk menghindari bau badan.

Ia keluar dari kamar sembari membawa dompet dan kunci motor miliknya. Ia mengetuk pintu kamar Ayu pelan, tak lama kemudian pintu itu terbuka. Janu menatap Ayu dengan heran, ia meneliti penampilan gadis itu dari atas sampai bawah.

“Gak ganti baju?”

Gadis itu memiringkan kepalanya dengan wajah bingung. “Emang mau kemana?”

“Makan diluar,” jelas Janu.

“Oh… yaudah tunggu dulu, mau ganti baju.” Ayu segera menutup pintunya kembali dan langsung memakai baju hangat, karena hari ini Bandung sangat dingin.

“Pake baju anget! Sama celana panjang!” teriak Janu.

“IYA!”

Selang beberapa menit gadis itu akhirnya keluar, ia mengenakan pakaian yang sama seperti Janu hanya berbeda di warna saja. Janu segera bangkit dari duduknya dan memasukan ponselnya kedalam saku.

Janu membawa Ayu mengelilingi kota terlebih dahulu sebelum makan malam. Gadis itu dengan nyaman memeluk Janu dari belakang tanpa mengetahui jika lelaki yang ia peluk tengah menahan diri agar tidak berteriak akibat jantungnya yang berdegup kencang.

“Bandung kalo malem cakep banget ya Nu.” Janu mengangguk setuju. “Kalo gue cakep ga?” celetuknya.

“Cantik kalo diliat dari lubang sedotan,” canda Janu.

Ayu mendengus sebal lalu memukul lelaki itu tepat di bahu. Janu hanya tertawa melihat reaksi gadis itu dari spionnya.

Akhirnya setelah lima belas menit mereka berkeliling, kini mereka memutuskan untuk makan sate di pinggir jalan. Ayu segera turun dari motor tanpa melepas helm membuat Janu menggeleng. Janu mendekati gadis yang terlihat senang itu sembari menenteng helm mahalnya.

“Lepas dulu helm nya,” ujarnya sembari melepaskan helm dari kepala Ayu lalu memberikan helm itu agar di pegang Ayu.

“Oh iya, hehe…makasih sayang,” ucapnya sembari mengedipkan sebelah matanya genit.

Janu bergidik melihat pemandangan tadi, walaupun jantung menjadi tak tenang kembali.

“Nyebelin lu.” Janu hanya tersenyum miring membuat Ayu semakin sebal.

“Lo duduk aja, biar gue yang pesen,” pintanya. Gadis itu mengangguk tanpa melawan. Ia segera duduk di tempat yang sudah disediakan. Setelah selesai memesan, Janu segera mendekati Ayu dan duduk disampingnya. Ia memperhatikan gadis yang tengah fokus memandang sekitar itu lama, sehingga saat mata gadis itu melihat ke arah Janu, keduanya menjadi bertatapan. Janu segera membuang pandangannya, ia belum bisa menatap mata gadis itu jika dari dekat.

Ayu mengangkat sebelah alisnya heran lalu mengedikkan bahunya tak peduli. Akhirnya pesanan sate ditambah lontong keduanya sudah siap, mereka berdua langsung memakan pesanan mereka terlebih tanpa adanya percakapan.

“Langsung pulang yuk? Gue ngantuk,” pinta Ayu setelah menghabiskan makanannya.

Janu mengangguk, “yuk pulang.”

Keduanya bangkit dari kursi berbarengan, Ayu yang awalnya akan mengeluarkan uang langsung Janu tahan.

“Gue aja yang bayar, kan gue yang ajak.” Gadis itu segera menyimpan dompetnya kembali kedalam saku tanpa protes, ia sudah terlalu mengantuk untuk ribut.

“Yuk.” Janu menarik gadis yang terlihat hampir tertidur itu pelan ke arah motor. Ia memakaikan helm gadis itu dengan perlahan, setelahnya ia memakai helmnya sendiri dan menaiki motornya. Tak lupa ia membuka pijakan motor untuk Ayu agar gadis itu langsung naik.

Ayu segera menaiki motor Janu, setelah duduk di jok, gadis itu langsung memeluk Janu dan menyimpan dagunya di bahu Janu. Janu bergeming karena sikap Ayu yang selalu membuat jantungnya berdebar. Ia menghembuskan nafasnya pelan, mencoba menenangkan dirinya sebelum menyalakan motor.

“Kenapa masih diem? Ayo pulang...” rengek Ayu.

“Iya.”

Setelah dirasa jantungnya mulai tenang, Janu segera melajukan menyalakan motornya dan mulai melajukan motornya untuk pulang. Sepertinya mulai saat ini, ia akan sering-sering membawa Ayu makan diluar. Entah mengapa ia merasa senang luar biasa karena bisa berduaan dengan gadis itu, karena jika di apartemen mereka akan sibuk di kamar masing-masing.

Lumayan lah ya, modus dikit.